Senin, 23 Februari 2026

Gaya Hidup Sehat, Teratur dan Rapi

Modul Ajar PAI Kelas 2
๐ŸŒ™
๐Ÿ“š Kelas 2 SD • Semester 1

Aku Senang Berakhlak Terpuji

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

SD Islam Terpadu

๐ŸŒŸ

Assalamu'alaikum! ๐Ÿ‘‹

Selamat datang di pembelajaran kita hari ini!

Mari belajar tentang hidup bersih, rapi, dan teratur sebagai akhlak terpuji yang dicintai Allah SWT.

๐ŸŽฏ Tujuan Pembelajaran

1️⃣

Menjelaskan arti hidup bersih, rapi, dan teratur

2️⃣

Menyebutkan contoh perilaku hidup bersih, rapi, dan teratur

3️⃣

Mempraktikkan hidup bersih, rapi, dan teratur di sekolah dan rumah

4️⃣

Menunjukkan sikap disiplin sebagai akhlak terpuji

๐Ÿ“– Tiga Pilar Akhlak Terpuji

๐Ÿšฟ

Hidup Bersih

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan

๐Ÿ‘”

Hidup Rapi

Berpenampilan dan menata barang dengan tertib

๐Ÿ“…

Hidup Teratur

Melakukan kegiatan sesuai jadwal

๐Ÿ•Œ

ุงَู„ู†َّุธَุงูَุฉُ ู…ِู†َ ุงู„ْุฅِูŠْู…َุงู†ِ

"Kebersihan adalah sebagian dari iman"

HR. Muslim

๐ŸŒธ

Pesan Penutup

"Hidup bersih, rapi, dan teratur adalah bagian dari akhlak terpuji.
Allah menyukai anak yang menjaga kebersihan dan disiplin."

Mari menjadi anak saleh dan salehah! ๐ŸŒŸ

๐Ÿ“š Modul Ajar PAI Kelas 2 SD • Fase A • Semester 1

Materi Iman Kepada Malaikat Kelas 2 SD

Belajar Malaikat Allah

Belajar Malaikat Allah ๐Ÿ‘ผ

Ayo belajar tentang makhluk Allah yang terbuat dari cahaya! ๐ŸŒŸ

๐Ÿ‘ผ

Selamat Datang, Anak Sholeh! ๐ŸŒธ

Tahukah kamu? Beriman kepada malaikat adalah Rukun Iman ke-2 lho!

๐Ÿ“–

Kenali 10 Malaikat

Pelajari nama dan tugas malaikat Allah

Sifat Malaikat

Malaikat terbuat dari cahaya!

๐Ÿ’–

Perilaku Terpuji

Cara menjadi anak beriman

๐ŸŽฏ

Latihan Kuis

Uji pemahamanmu!

๐Ÿ’ก Tips: Klik menu di atas untuk mulai belajar!

✨ Pendidikan Agama Islam - Kelas 2 SD ✨

Selasa, 17 Juni 2025

Cerpen Anak Sekolah

Mencari Masa Depan

Jamil berlari sekuat tenaga, sembari menoleh kebelakang melihat sosok bayangan hitam yang mengejarnya. Semakin kencang berlari semakin kencang pula sosok itu mengejar Jamil. Semakin mendekat, sekuat apapun jamil berlari sosok itu justru semakin mendekat. Nafas jamil berdegup kencang, jamil menoleh kebelakang namun sosok itu hilang, lenyap bagai ditelan bumi. Jamil berhenti, menata nafas, kedua tangannya diletakkan di lutut. Jamil berdiri dan sosok itu ada depannya. Jamil berteriak "ahhhhhhh". Jamil terkesiap, ternyata hanya mimpi. "Astaghfirullah" Jamil berguman dalam hati "ternyata hanya mimpi".

Jamil terdiam, kenapa dia bisa bermimpi yang menakutkan seperti itu. Dia ingat ternyata Jamil lupa berdoa sebelum tidur. Jamil beranjak dari tempat tidur berjalan gontai menuju kamar mandi sambil mengusap-usap mata yang masih mengantuk. Dilihat jam dinding menunjukkan pukul tiga lebih lima belas menit.

Jamil adalah anak sholih yang selalu taat ajaran agama. Sholat lima waktu, mengaji dan belajar tidak pernah dia tinggalkan. Entah kenapa malam ini dia bisa lupa untuk berdoa sebelum tidur. Bahkan dia juga lupa untuk berwudhu, membaca tiga surah "Qul". Tidak seperti biasanya dia lupa amalan itu. Jamil mengambil air untuk wudhu, mengambil pakaian koko, peralatan sholat dan menggelar sajadah. Sholat tahajud dia tunaikan pagi itu sebagai bentuk penghambaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Dalam sujudnya Jamil selalu memohon perlindungan kepada Tuhan untuk dirinya dan keluarganya. Jamil adalah seorang anak yang rajin serta mencintai keluarganya.

Tak terasa Jamil sudah satu jam duduk bersila, menengadahkan tangan, mengadu dan berkeluh kesah kepada Tuhan-nya. Azan subuh berkumandang terdengar sayup-sayup dari kamar Jamil. Jamil beranjak dari tempat sujudnya, menuju kamar orang tuanya untuk membangunkan mereka sholat berjamaah di masjid. "Pak, Bu, apakah kalian sudah bangun? Sudah azan subuh, ayo kita ke masjid" ucap Jamil dengan suara tegas namun lembut. "Sudah bangun nak" Bapak dan Ibu Jamil menjawab bersamaan. "Jamil tunggu di ruang tamu ya Pak, Bu?" Ucap Jamil. "Baik nak" jawab Bapak. Mereka berangkat ke masjid jalan kaki karena jarak rumah ke masjid lumayan dekat. Sudah banyak jamaah yang datang ke masjid untuk sholat subuh berjamaah. Bapak-bapak dan anak laki-laki saling bersalaman, sedang Ibu-ibu dan anak perempuan juga saling bersalaman. Memberi salam, menyapa dengan wajah berseri-seri serta senyuman yang tulus dari hati terlihat. Kebiasaan ini yang membuat masyarakat di desa ini sangat harmonis dan tentram.

Matahari semakin menampakkan sinarnya, jam menunjukkan pukul setengah enam, waktu yang tepat untuk berolahraga. Jamil bersama Davin dan Adit (yang merupakan teman Jamil) berlari-lari di area lapangan desa. Sudah banyak anak-anak yang berolahraga di lapangan desa. Ada yang push up, sit up, senam dan lain-lain. Tidak hanya anak-anak, remaja dan orang tua juga ikut berolahraga.

"vin, kamu sudah mengerjakan PR dari pak Hasan?" Tanya Adit. "Alhamdulillah sudah dit, la kamu gimana dit?" Davin bertanya balik kepada Adit. "Sudah dong kan aku anak rajin, hehehe". "Iya ya percaya deh kalau kamu anak rajin. Eh Mil, kamu kok diam saja?" Tanya Davin. "Gak apa-apa vin, cuma kepikiran mimpi semalam saja." "Emang kamu mimpi apa sih Mil kok sampai kepikiran gitu?." Tanya Adit. "Mimpi dikejar kejar bayangan hitam dit." "Udah gak usah dipikir itu hanya bunga tidur saja Mil" ucap Adit. "Eh udah jam enam, ayo pulang siap-siap ke sekolah nanti telat lo." Kata Adit. "Oke bos" Jamil dan Davin menjawab.

Jamil tiba di rumah segera mandi dan bersiap untuk ke sekolah. Ibu Jamil menyiapkan sarapan untuk Jamil dan ayahnya yang bersiap berangkat kerja. "Wah sarapannya kok enak bu?" Ucap Jamil. "Enak gimana Mil?". Sahut ibu. "Ini ada roti panggang, selai kacang dan susu kesukaan aku bu." Jamil menjawab lagi. "Oh itu sengaja ibu buat agar kamu jadi anak sehat dan pintar, agar besok jadi anak yang sukses dan bermanfaat bagi nusa, bangsa dan agama, gitu Mil". "Wah makasih ya bu?". Ucap Jamil. "Iya sama-sama nak". Tidak lupa berdoa sebelum dan sesudah sarapan, Jamil juga membersihkan piring serta membantu ibu merapikan piringnya. "Bu, Jamil berangkat sekolah dulu ya, doakan Jamil ya bu?". "Iya nak" sahut Ibu Jamil.

Jamil, Davin, Adit dan teman-temannya belajar dengan penuh semangat, memperhatikan penjelasan Pak Hasan dengan seksama. Mereka memahami bahwa belajar adalah bekal untuk mengarungi samudra kehidupan yang akan datang. Tidak hanya ilmu sosial, ilmu agama juga Jamil pelajari dengan sungguh-sungguh. Dengan ilmu manusia mengetahui apa yang belum diketahui dan menjadikannya alat untuk menjadi lebih baik. Menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat, nusa, bangsa dan agama. Cita-cita mulia yang ingin diwujudkan oleh Jamil sebagai khalifah di bumi ini.

Sepulang sekolah Jamil istirahat sejenak, merebahkan badan karena sore nanti dia dan teman-temanya harus mengikuti kegiatan bersih desa. Kegiatan ini dilakukan oleh masyarakat setempat setiap satu bulan sekali sebagai bentuk mencintai lingkungan dan alam sekitar. Jika kita baik kepada alam, maka alam akan baik kepada kita. Slogan itulah yang ditanamkan oleh masyarakat di desa ini.

Jam setengah empat Jamil dan teman-temannya sudah berkumpul untuk mengikuti kegiatan bersih desa. Ada yang membawa sapu lidi, sabit, cangkul bahkan ada yang membawa gerobak angkut. Jamil dan teman-temannya melaksanakan tugas dengan riang gembira. Masyarakat saling bersenda gurau selama kegiatan. Riuh suara masyarakat yang mengikuti kegiatan bersih desa menandakan mereka bahagia. Tepat jam lima kegiatan selesai, keringat bercucuran di badan Jamil dan kawan-kawan. Mereka bergegas pulang, mandi dan bersiap-siap untuk sholat magrib di masjid.

Jamil bersama teman-teman sholat magrib berjamaah di masjid, mengaji dan mengkaji Al Quran bersama ustadz Budi. Banyak hal yang dibahas oleh ustadz Budi pada malam itu. Kegiatan mengaji dan mengkaji Al Quran dilakukan sampai menjelang isya'. Selepas sholat isya' Jamil dan teman-temannya pulang ke rumah masing-masing. Mempersiapkan buku pelajaran untuk besok pagi. Mempelajari dan mengerjakan tugas dari Pak Hasan serta mengecek alat tulis yang akan dipakai untuk belajar besok di sekolah.

Jam dinding menunjukkan pukul sembilan tepat, Jamil bersiap untuk tidur. Tidak ingin mimpi buruk semalam terulang lagi, Jamil mengingat pesat ustadz Budi untuk mempersiapkan diri sebelum tidur. Jamil ingat betul apa saja yang harus dilakukan sebelum tidur. Jamil mengambil air wudhu, membersihkan tempat tidur, berdoa dan membaca tiga surah "qul" dan mendoakan kedua orang tuanya. Jamil menguap dan akhirnya tertidur pulas.


Selasa, 26 September 2023

Manusia dan Keinginannya

 

Manusia ketika dilahirkan ke dunia di elu-elukan oleh orang banyak. Didoakan menjadi yang baik-baik. Seiring berjalanya waktu anak tersebut akan menjadi dewasa, mendapati keadaan yang mungkin tidak sama dengan keinginan dan harapan orang tua. Sedih? Mungkin iya mungkin juga tidak.

Setiap keadaan yang terjadi kepada manusia adalah skenario yang Allah SWT jalankan kepada hambaNya. Tidak ada yang mampu mengusik kehendakNya. Bahkan dengan kegigihan usaha yang kita lakukan, kekhusyukan doa yang kita panjatkan jika Dia tidak berkehendak maka sia-sialah. Manusia hanya bisa menerima dan berprasangka baik bahwa segala sesuatu yang Allah SWT tetapkan kepada manusia adalah yang terbaik menurutNya, bukan menurut kita. Sebetapa besar marahnya kita, bencinya kita akan nasib yang kita terima tidak akan merubah ketetapanNya.

Jika nasib kita baik maka bahagialah kita di dunia, mungkin juga akan bahagia di akhirat. Jika nasib kita buruk, maka bahagialah kita di akhirat. Bisa jadi di akhirat pun akan bernasib sama yaitu buru. Baik dan buruknya nasib kita tergantung bagaimana perasaan kita kepadaNya.

Bukankah semua sudah di nas kan dalam kitabNya? Kita membacanya? Kita mempelajarinya? Bisa iya bisa tidak. Mungkin kita hanya sekedar membaca tanpa memahami makna dan esensi dari yang kita baca. Membaca dan mengajarkan itu baik, tetapi lebih baik lagi jika kita mampu mengamalkan apa yang kita pelajari dan kita ajarkan.

Entahlah. Manusia sejatinya hanya bisa berharap dan berdoa apa yang diharapkan dan diinginkan bisa terkabul dan terlaksana. Tetapi semua itu hanya Dia yang berkuasa. Kita hanya hambaNya dan setiap hamba seharusnya mengikuti Rajanya.

Kamis, 13 April 2023

MATERI PEMBELAJARAN PAI KELAS 1 - 6

Assalamu'alaikum Wr Wb.

Rekan-rekan Guru yang dirahmati Allah SWT. berikut ini kami kirimkan materi-materi PAI BP Kelas 1 sampai kelas 6 Kurikulum 2013. semoga bermanfaat. bisa di download sesuai dengan kelas masing-masing.

kelas 1 disini (Kurikulum merdeka )

Kelas 2 disini (Kurikulum 2013)

Kelas 3 disini (Kurikulum 2013)

Kelas 4 disini (Kurikulum merdeka)

Kelas 5 disini (Kurikulum 2013)

Kelas 6 disini (Kurikulum 2013)

terima kasih kami aturkan kepada yang berkontribusi membuat file tersebut. semoga mendapatkan berkah dari Allah SWT.


untuk yang menghendaki materi berupa powerpoint bisa klik disini.


dibawah ini contoh materi pembelajaran kelas 1 kurikulum merdeka

Sabtu, 06 Oktober 2018

Puisi Untuk Negeri

mentari di ufuk timur
menampakan secerca cahaya cingga
menyapa geliat ingsan yang mulai terjaga
menyambut hari untuk dititi

sang matahari menampakan sinarnya
menyengat kulit ingsan dibumi
menetes peluh keringatnya
tanpa dirasa lelah penatnya

hembusan angin lalu
membelai tubuh yang mulai goyah
nikmat Tuhan yang sangat indah
adakah kita mensyukurinya?

bunga dan tanaman seakan menari
mengkiuti irama angin yang berhembus
memukau hati sang petani
rindu akan datangnya hari

entah apa yang kita cari
di alam negeri yang elok ini
apakah materi apakah kebahagiaan hati
untuk anak cucu nanti

oleh : Maskun Muibat.

Senin, 24 September 2018

Mengapa Orang Arab Jarang Sakit?

Sekedar Share dari teman, semoga bermanfaat. 

Kenapa Rumah Sakit di Mekkah Sepi

Di Mekkah Rumah Sakit sangat sepi,  beda dgn di Indonesia, Memang beda dan tidak sama, yg membedakan adalah Aqidah dan Syariatnya.

Inilah rahasia mengapa di Mekkah rumah sakit sangat sepi, jarang sekali pasien yg datang...?
Ada seorang dokter membuka klinik di Tanah Suci (Makkah Al Mukarramah). Selama 6 bulan berpraktek, tidak ada seorang pasien pun yg datang utk berobat. Hingga beliau merasa heran, apakah orang2 di sini tidak pernah sakit?

Akhirnya beliau mendapatkan jawabannya, dari salah seorang Muslim di sana:

BILA KAMI SAKIT.

Ikhtiar pertama
Yang kami lakukan ialah,Shalat dua rakaat dan memohon kesehatan kpd Allah.
Insyaa Allah sembuh dgn izin dan kasih sayang-Nya.
Kalau belum sembuh.

Ikhtiar ke-dua
Yaitu baca Al Fatihah / surah2 lain,tiupkan pada air dan minum.
Dengan amalan tambahan:
Jika badan panas maka kami perbanyak baca Shalawat (karena Shalawat sebagai penyejuk)
Jika Badan Dingin maka kami perbanyak baca Ayat Kursi.
Jika sakit yg terlihat maka kami bacakan Surah Al Fatihah sambil mengusap usap di bagian yg sakit.
Jika sakit tak terlihat maka kami perbanyak bacaan Surrah Al Ikhlas,Al Falaq,An-Naas (sbg penolak sihir).
Dan alhamdulillaah kami akan sehat. Inilah Ruqyah untuk diri sendiri.
Tapi kalau belum sehat juga,lakukan ikhtiar yg ke-tiga.

Ikhtiar ke-tiga
Yaitu bersedekah,dgn niat mendptkn pahala kebaikan dan dijadikan jalan penyembuh sakit. Insyaa Allah akan sembuh.
Kalau tidak sembuh juga,kami akan tempuh ikhtiar yg ke-empat.

Ikhtiar ke-empat
Yaitu perbanyak Istighfar,utk bertaubat.
Sebab,Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,bahwa sakit adalah salah satu sebab diampuninya dosa2.
Kalau belum sembuh juga,baru kami lakukan ikhtiar yg ke-lima.

Ikhtiar ke-lima
Yaitu minum Madu dan Habbatussauda .

Ikhtiar yang ke-enam
Yaitu dgn mengambil makanan herbal,spt bawang putih,buah tin,zaitun,kurma, dll,spt disebut dlm Al-Quran.
Dan, Alhamdulillah. Laa hawlaa wa laa quwwataa illaa billaah. 

Jika belum sembuh, baru kami.

Ikhtiar ke-tujuh
Yaitu pergi ke dokter yg shaleh.
Insyaa Allah akan diberi kesembuhan dari Allah.

Semoga bermanfaat. 

Sumber:
Silahkan di share." - Kenapa Rumah Sakit di Makkah Sepi (Tidak seperti di Indonesia) http://tz.ucweb.com/1_233Fj
[9/1 02.38] Agus FKDT Kec: BACALAH, SEBELUM TERLAMBAT
Subhanallah !
Sekarang Anda mempunyai dua pilihan:
.
1) Biarkan info ini tetap dalam WA anda ini tanpa ada manfaatnya untuk orang lain.

2) Share info ini ke sejumlah orang yang Anda kenal dan Insya'Allah Allah ridha..
Allah akan menganugerahkan kepada setiap orang yang Anda kirimi
.
Marilah kita berdoa, bermunajad kepada Allah Ta'ala.

Semoga Allah mengampuni kita, dan menghapuskan kita dari segala dosa yang telah lalu.
.
Rasulullah S.A.W bersabda  : "Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia) dia akan tetap memperoleh pahala" 
(HR. Al-Bukhari)

Silahkan Bagikan agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketaqwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya Allah...

Muliakanlah orang yang membaca
tulisan ini.

Lapangkanlah hatinya

Bahagiakanlah keluarganya.

Luaskan rezekinya seluas lautan.

Mudahkan segala urusannya.

Kabulkan cita-citanya.

Jauhkan dari segala Musibah.

Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah,
Prasangka Keji, Berkata Kasar, dan Munkar.

Dan semoga yg membagikan tulisan ini wafatnya dalam husnul Khotimah.

 Aamiin...Aamiin.. Aamiin.. Ya Robbal Aalamiin

Kalau sudah baca bagikan dengan Ikhlas !